Picture
dian franssiskus adalah nama ku yg di berikan kedua orang tua ku, pada waktu aku lahir kedunia yang indah ini. berawal dari keluarga yg harmonis menurut kami  sekeluarga karena awal dari usaha orang tuaku adalah seorang pedagang sayur n sembako yang dinyatakan Sukses pada massa itu, dahulu kami sekeluarga tidak mengenal yang namanya kelaparan, mengapa itu semua kaena kegigihan kelUARGA dalam mengais rezeki di ibu Kota jakarta, saya kelahiran 07 Desember 1985, 27 tahun silam. sejak masa anak-anak memang kami di didik oleh orang tua kami agar bisa mandiri, intinya mulai kelas 2 SD kami harus sudah bisa disuruh pergi2 ke Warung untuk membeli keperlauan sehari2 masuk kelas 3 kami harus bisa yang namanya mencuci piring Dll.. orang tua mendidik kami begitu keras dengan harapan supaya kami menjadi mausia yg berguna dimana saja,singkat cerita latar belakang keluarga dian. masuk pada sLTP diperhadapkan dengan pilihan yang sangat tidak mudah karena waktu itu hanya ada 1 pilihan yaitu antara lanjud sekolah dan merelakan biar adik perempuan ku aja yang sekolah, dan pada akhirnya pilihan yang harus saya ambil adalah mengalah biar adik perempuan ku aja yang sekolah dengan harapan massa depan nya cerah tidak seperti dengan orang tua, karena dian percaya ketika dian berjalan dengan Tuhan pasti massa depan kita gilang gemilang. amien ya amien...

lsetelah selesai dengan keputusan tersebut, mulailah dian dengan kehidupan kedua setelah tidak bersekolah kira2 beberapa bulan sebelum Tamat pembelajaran di SLTP bapak tercinta tersiar kabar terangkap POLISI karena kedapatan mencuri Tape Mobil disuatu kawasan Mall terkenal di Pondok Gede, dan kejaddian itu mengakibatkan papah di Penjarakan untukk beberapa waktu lamanya, hari2 pertama n bulan pertama kami masih ada persediaan uang untuk kami makan dirumah bersama dengan keluarga lama2 kelamaan semua perlahan2 habis terjual n habis semua. awal mula saya megenal dunia jalanan adalah suatu kesempatan yang maha langka, karena keadaan itu akhirnya dian memutuskan diri untuk pergi kesuatu terminal bayangan itu bahasa kami dijalanan. diawali dengan menjadi Calo sebuah angkot urusan cilangkap-cililitan dan bambu apus-cililitan mengawali history dian bermain dijalanan nyalo dipinggiran jalan raya. sepanjang bulan dian mengerjakan dengan hasil 25-30rb / 4jam, dan karena ingin menambah penghasilan dalam mencari uang, ada seoarang kenalan yang mengajakku untuk mengamen dengan harapan berpenghasilan lebih dari biasanya. akhirya dengan mengamen memang memberi pengharapan yg pasti, untuk teruss hidup pada waktu itu.

dan dengan waktu yang berjalan papah tercinta pun pulang kerumah dengan semangat dian menyambut kedatangan papahku tercinta berjalan waktu yang ada dian memberi fasilitas yg biasa papah gunakan semasa diluar rumah seperti rokok dll dengan harapan supaya papah tidak terjatuh pada lubang yang sama. alias tidak masuk penjara lagi, berjalannya waktu mamah pun mulai bosan dengan aktivitas papah yg hanya makan n tidur tanpa melakukan apa2 disitulah awal smua dari pada jadinya dian anak Punk.. akhirnya papa pun membuat usaha ternak jangkrik, ditu kami menikmati hasil yang cukup dari pada lebih hari kehari penghsilan kelurga semakin besar n smakin parah juga badai dalam keluargaku, sampai2 yang biasa dian pulang dalam keadaan mabuk tidak ada hal yang membuat mereka marah. karena  dian slalu pulang mabuk, dengan kondisi yg terus seperti itu akhir dari itu papah sering mengusir aku jika dian ketahhuan pulang dalam kondisi mabuk, n itu juga yang menjadi keputusan dian untuk hidup dijalanan, lama dijalan dian terjerumus dalam kehidupan komunitas Punk, berjalan nya waktu dian semakin bangga dengan hidup nya yang sehari2 dlm kebebasan yg tiak engenal norma2 hukum yang berlaku,singgkat cerita dian i perhadapkan dengan situasi yg benar2 din tidak bisa mengandalkan punk nya dian. keadaan sudah tidak tahu mau kemana( mentok ) pada keadaan mabuk dian bernazar sama Tuhan , jika Tuhan berikan dian pekerjaan dian akan masuk gereja, cuma itu aja, dan beberapa saat kemudian Tuhan Gerakan salah asatu majelis gereja terua di jogja untuk memberikan pekerjaan bagi dian ( yang sekarang menjadi papah rohani saya ) dalam berjalan nya proses bekerja entah apa yang menjadi tujuan Tuhan atas boosss dian waktu itu, beliau bertanya " dian kalo melayani mauu di bidang apa..??? dian jawab, yg dibelakang layar aja om..:"? nah beberapa waktu kemudian beliau bertanya lagi, Dian kalo Tuhan izin kan dian mau jadi apa n mau melayani apa? singkat dian bilang bahwa dian mauu melayani mereka yang dijalanan, ooo penginjil katta bosss waktu tu, iya om..? n bosss bertanya lagi..? dan mauu sekolah Alkitab??
waaahhhh,.... dian langsung tolak mentah2 n pergi, wktu itu hari sabtu menjelang gajian hehehehhh

nahh hari minngu ketika dian mauu main warnet di jakal ehh tiba2 dian di tabrak oleh motor dengan keras sekali yang mengakibatkan kaki dian agak sengkle alias berpindah  engsel..
disinilah awal dian melihat campur tangan Tuhan, yang maha dasyat itu hari pertama dirumah sakit idak mendapat respon yang baik dari pihak rumah sakit yang dikarenakan tidak ada pembayaran adminitrasai yang diterima oleh rumah sakit tersebut, setelah operasi selesai saaya secara manusia sudah kebingungan setengah mati, secara orang tua memiliki keadaan yang kurang, posisi berada  di jogjakarta sementara keluarga dijakarta, yaaahhh pokok nya dalam bahasa yunani nya msuk daam istilah " GALAU TINGKAT DEWA"  hahahaahhahhhhahahahahahahah itulah posisi yang saya alami sewaktu dirumah sakit, seketika itu juga saya teringat berbagi macam kotbah2 di ibadah  House of Worship Youth disana saya diajarkan FULL HOPE TO LOrD.... dan dengan keadaan yang seperti itu akhirnya dalam ruangan itu pun saya berdoa kepada Tuhan, minta keAjaiban Tuhan agar segala problem ini dilepaskan dan masalah admin rumah sakit boleh selesai...
n praise The LOrD ...... segala biaya rumah sakit semua ditanggung oleh GEREJA,PIMPINAN,CMN JOGJA segala Puji syukur hanya naik pada Tuhan, semua LUNAS dibayar oleh Tuhan,setelah selesai dari rumah sakit saya langsung segera pulang ke jakarta..

setelah kurang dari 2hari dijakarta saya galau berat kenapa karena tidak terbiasa bila saya berdiam tanpa melakukan apa2 tetapi keadaan yag membuat demikian,pimpinan saya kembali menawarkan saya untuk masuk ke sekolah Alkitab dan saya mulai berpikir kembali, apakah mugkin degan keadaan seperti ini saya bisa melakukan kegiatan sekolah, n belum lagi otak saya yang sudah tidak mampu lagi berfikir tentang pelajaran apakah saya bisa???
dan akhirnya saya minta Tuhan agar Tuhan berikan saya tanda yang ajaib n heraan dengan cara, biarkan kaki saya dipulihkan n saya bisa memuji nama Tuhan dengan cara melompat, hari dimana saya meminta tanda adalah ahri rabu dan Tuhan degcepat menjawab hari jumat saya sudah bisaa melompat memuji mempermuliakan nama Tuhan.. dan segala Puji hormat dan syukur hanya naik kepada Tuhan aja, pdaa waktu mandi sorre saya mengalami mujizat yang Luar biasaa, saat2 ingin memakai cd hampir saja dian merasa jatuh karena tidak memegang kurk (tongkat) tapi itulah karya Tuhan yang ajaib, tidak mengenal waktu n tempat, dikamar mandi aja Tuhan bisa melakukan Mujizat,sungguh nyata Tuhan dalam hidupku, setelah itu Tuhan tidak selesai melakukan mujizatnya bagiku,setelah mujizat dikamar mandi Tuhan juga melakukan hal yang ajaib dalam hidupku, tidak lama dari mujizat yang heran yg besar itu Tuhan menmbahkan mujizat lagi bagiku beberapa lam disekolah Alkitab,saya merasa ada yang aneh dalam hidup saya mengapa Tuhan sangat sayank  kepada saya sampai Dia menempatkan dian dalam keluarga yang benar2 sangat mengasihi TUhan dan juga mengasihi saya, saya sangat terharu waktu saya mengingat akan kebaikan Tuhan dlam hidup saya, dalam prinsip hidup saya yang wajib n bisa menyekolahkan saya adalah orang tua saya sendiri, nah ketika melihat kenyataan yang ada bahwa keluarga di jogja juga sangat mengasihi saya n sangat sayang sama saya akhirnya siap tidak siap ketika om Anton yg biasa saya panggil dikantor, tiba2 saya merespon dengan memanggil beliau PAPAH dan tante Lusi, saya panggil MAMAH. 

sejak saat itu saya terus dan selalu memanggil beliau dengan sebutan mamah dan papah, dalam hal ini beliau tidak keberatan, dan juga sesudah itu saya memohon izin kepada anak2 beliau yang waktu itu berkuliah dijakarta, dan Tenny(anak tertua) pun mengizinkan hal demikian terjadi juga dengan anak kedua nya yaitu Venny, juga memberikan izin kepadaku untuk memanggil orang tua mereka deggan sebutan papah n mamah dan semua permintaan izin dilakukan via sms n chat fb,..
sungguh Tuhan sangat luar biassaaaa dalam hidup saya, inilah cikal bakal dian memanggil keluarga dijogja dengan sebutan paph n mamah.

SAMPAI



 

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Archives

    March 2013

    Categories

    All