Amsal 1:7-10
Dunia kita sekarang ini bergerak dalam satu keadaan di mana ilmu pengetahuan berkuasa. Semua dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan. Semua orang merindukan pengetahuan. Orang tua ingin supaya anak-anaknya memperoleh pengetahuan. Manusia sekarang berpendapat bahwa tanpa pengetahuan masa depan suram.

Pada abad ke 15,16, pada zaman Rennaisance, muncul aliran filsafat bernama rasionalisme. Pada zaman tersebut lahir seniman-seniman dan ahli-ahli pikir yang hebat dan orang mengagungkan ilmu pengetahuan, budaya dan seni. Tokoh filsafat rasionalesme yang bernama Rene Descartes berkata “Cogito ego sum” yang berarti aku berpikir, aku ada. Kaum rasionalisme mendewakan kekuatan daya pikir, memberhalakan pengetahuan, mengagungkan kemampuan otak manusia. Mereka berpikir betapa manusia itu kalau memiliki hikmat dan pengetahuan. Tetapi Alkitab menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan dari semua pengetahuan. Pengetahuan itu penting, tetapi kita menolak falsafat Descartes : “aku berpikir, aku ada”. Kita percaya bahwa “aku ada karena anugerah Tuhan” (I Korintus 15:10). Jadi, yang pertama dalam hidup ini adalah Tuhan, sebab ayat pertama dalam Alkitab berbunyi “Pada mulanya Allah..” (Kejadian 1:1) dan ayat terakhir dari Alkitab berbunyi ” Tuhan Yesus” (Wahyu 22:21). Jadi fondasi dari semua kehidupan manusia adalah takut akan Tuhan. Permulaan segala pengetahuan, pendidikan, pengajaran, kecerdasan, kearifan adalah takut akan Tuhan.


Lingkungan pendidikan yang pertama bagi anak-anak adalah dalam keluarga. Amsal 1:8-9. Alkitab menggariskan bahwa pendidikan pertama adalah tugas orang tua, bukan guru sekolah, terutama pendidikan dari umur 0-5 tahun sebelum masuk sekolah adalah pendidikan yang penuh di dalam keluarga. Pendidikan penting di dalam keluarga ialah tentang takut akan Tuhan. Efesus 6:4. Kunci kesuksesan anak-anak adalah apabila orang tua mendidiknya di rumah tentang takut akan Tuhan. Ulangan 6:4-7. Pengetahuan tentang Tuhan (teologi) harus diajarkan sepanjang hari di rumah. Orang tua harus mendorong anak-anak untuk beribadah karena dalam ibadah di gereja kita semua mendapatkan didikan tentang takut akan Tuhan. Anak-anak harus mendengar nasehat dan didikan orang tua terutama dalam soal kerohanian karena ini adalah syarat untuk sukses masa depan, untuk menerima berkat Tuhan. Efesus 6:1-3.

Bapa dalam keluarga harus memberi teladan soal kerohanian kepada anak-anak. Kejadian 26:3-5. Ishak diberkati karena Abraham ayahnya yang taat kepada Tuhan. Ketaatan Bapak pada Firman Tuhan mempunyai pengaruh besar kepada anak-anak, bahkan kepada cucu-cucu. Bukan saja Ishak, Yakub juga diberkati karena Abraham. Berkat Tuhan itu selalu lintas generasi. Ibu mempunyai kewajiban penting dalam mendidik anak terlebih-lebih jika suami sibuk. II Timotius 1:5. Timotius mengenal Tuhan karena Eunike ibunya, dan juga karena doa Lois neneknya. Lois dan Eunike menginvestasi iman dalam hidupnya Timotius. Jangan lupa membimbing anak-anakmu, menantumu, cucumu, untuk takut akan Tuhan. Investasi terbesar dalam keluarga Kristen adalah sifat takut akan Tuhan. Marilah kita dalam keluarga masing-masing saling mengingatkan tentang pentingnya permulaan segala pengetahuan, yaitu takut dan hormat kepada Tuhan. Haleluyah. Amin!

Yoel 2 : 28
…Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.


 


Comments




Leave a Reply